Aku sering menyesali waktu yang terbuang dalam lintasan yang kemudian terasa membosankan.Aku kini hanya menanti hari tua bila engkau menyelematkan.Terkutuk sudah jalan yang ditempuh oleh karena haus di padang tandus.Gurun pasir adalah lamunan sepi pada ujung kegagalan yang sering datang menuakan langkahku.Aku memang sering mengutukmu dengan hentakan yang tiba-tiba memejalkan kepalaku oleh karena birahi yang tertahan di kepala adalah kodrat dan takdir sebagai lelaki.Angin membuat kita bosan dengan rengekkan yang kedengarannya itu-itu saja.Lepaskan belenggu pada jiwaku yang kucuriga engkau sengaja menahannya.Terkutuk kamu kaum perempuan di sela-sela semak engkau bicara seperti ular yang mengintai dan memanggut kemudian mengalirkan racun kenikmatan.Kemudian aku mati beberapa saat lamanya,gundah oleh karena ketidak sabaran.Aku telah mengutuk dunia yang telah memenjarakan aku dalam bait suci ajaran agama.Sedang engkau berpesta pora dengan rasa laparmu akan pertualangan.Serta geliat yang telah menghancurkan Sodom dan Gomorah.Tuhan telah kuusir dari jalan-jalan kota agar engkau menderita tak lagi ditemani.Tapi kamu memang lucu dengan wajah yang hijau engkau kemudian tersenyum lagi menarik simpatiku.padahal aku coba benamkan semua itu dalam perang ketidak mengertian.
Penulis :
Karta Laksana
Jl.Sunan Kalijaga 36
Rangkasbitung
Indonesia
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment