Tuesday, June 12, 2007

Telat ! Kita telah berpisah jauh

Hutan yang nampak rimbun seperti bulu yang menghias lubang yang diburu hampir semua lelaki.Apakah aku telah melintas mundur dalam lintasan waktu yang telah kutempuh.Aku selalu ragu memandangmu turun di suatu jalan yang sunyi jauh dari pusat kota.Disana hutan tanpa jalan setapak begitu tipis untuk membahagiakanmu.Setiap hari jiwa berteriak,memekikkan kejengkelan dan kekecewaan yang membuat jalan darah di kepala seperti penuh dengan cacing yang meronta-ronta.Beberapa tahun waktu yang kuharapkan telah lewat untuk duduk disinggasana kebesaran.Gadis-gadis yang kudambapun telah gugur satu persatu.Dan akupun mengutuk Tuhan yang telah menempatkan hanya lebih tinggi dari binatang purba.Semua impianku tak banyak yang terwujud,bukti keajaiban telah mati.Terkutuklah engkau semua kota besar,biarlah langit menghancurkanmu.Biarlah semua hutan membencikan untuk berubah warna menjadi merah,darah yang merah yang tertumpah sebagai darah perjanjian yang sia-sia.Bulan telah menggerhanai matahari,sisa bicara yang terdengar angin dari buritan kapal.Rohku telah keluar dari gedung gereja yang damai.Membawa roh Iblis untuk mengadu kutuk.Aku tak pernah mengetuk pintu rumahmu untuk segelas anggur yang kulihat Dewi Kwan Im menumpahkannya ditengah laut yang samar.Mesjidmu telah gagal berdiri di tengah laut yang sunyi yang membesarkan hari-hariku hanya dipangkuan beberapa pelacur yang kesanku membuat rasa iri berkecamuk seperti api telah tersulut di dalam darah yang penuh bensin yang membenci mesin-mesin motor yang telah tua.Tuhanku telah mati bagi cinta seorang pezinah yang membunuh cinta yang hanya bertaruh pada angka 1000.Kemudian mesin-mesin bergentayangan memenuhi jalan dengan kebisuan yang tak tersentuh.

Penulis :
Karta Laksana
Jl.Sunan Kalijaga 36
Dekat Gereja Bethel Indonesia
Rangkasbitung
Banten, Indonesia

1 comment:

Anonymous said...

www.redwanshamsuddin.blogspot.com