Elang Hitam sukses menculik dan membunuh seluruh anak negeri bersama dengan si Germo Hitam. Para orang tua hanya memiliki bayangan arwah anak-anak mereka yang gentayangan.Berseru dengan suara-suara yang lucu membunuh kekejaman.Gairah yang menggebu telah hilang.Cinta padam sudah ditelan hutan yang sunyi.Tak ada angin yang memperhatikan lagi lagu-lagumu yang mengalun dari lembah duka nestapa.Oleh karena salah orang tua mengutuk anaknya,duka dan luka yang terpendam memedihkan hari-hari yang telah dinyatakan kalah oleh Tuhan bagi pemimpi tiada bukti.Sinar terang dan bintang yang terang telah suram karena dosa Apel merah di tanah Eden yang terancam punah.Ketika dia cacing bencana itu liwat,seperti langit biru yang manja,kesempatan hidup untuk terakhir kali memuja cinta.Betapa pahit kemudian setelah hari-hari semanis madu memanjakan ruang pikiran.Karena bulan membenci kehadiranmu yang seperti matahari.Hidup kini terkulai ditinggal oleh anak-anak yang dicintai.Terpisah dari dunia yang ramai,memanjakan penantian yang suci untuk membunuh ibu-ibu mereka yang bertahta oleh darah perjanjian.Hingga genap Tuhan menghilangkan kota yang melahirkan mereka ke Bumi.Bukan karena mereka tidak diingat oleh jalan-jalan gelap yang pernah dilalui.Betapa getir pedang menebas rasa cinta yang pahit,demi darah yang dihiba oleh pulau yang meratapi masa lalu.Beratus tahun yang silam ketika hutan-hutan tumbuh subur dan nenek moyang bersuka cita membuka ladang.Tapi semua suka cita itu hilang ketika sebuah candi hilang diantara seribu candi.Menakjubkan hai engkau Loro yang mengoyak semua gua yang tersembunyi dengan keyakinan yang tak pernah dimengerti oleh anak-anak negeri.Bilakah engkau ingin membeli kuda untuk berpacu di padang gurun yang sunyi,mengarungi yang sesungguhnya engkau benci.Setelah musuh-musuh engkau bunuh semua hingga pulau tak berpenghuni.Kemarahan yang anggun dan bukanlah keangkuhan.Hingga rebah di tanah kering berpasir di saat sekratul maut ingin menyergap.Nampaklah sinar yang begitu terang menyilaukan dari seorang perempuan yang telah menyimpan cinta begitu dalam hingga tubuhnya rusak binasa oleh setan-setan yang berpesta pora.Untuk terakhir kali semua itu terjadi sebelum kematian.
Lepaskan penat untuk selanjutnya....
Penulis :
Karta Laksana
Jl.Sunan Kalijaga 36
Rangkasbitung
Banten
Indonesia
Thursday, June 28, 2007
Tuesday, June 26, 2007
Kenyataan tak sebegitu besar
Elang hitam membumbung tinggi di atas pegunungan,membentangkan sayapnya,memperlihatkan keperkasaan burung penguasa udara.Sihir dari seorang perempuan yang bersembunyi di suatu tempat pinggiran hutan.Perempuan yang mengandung kekuatan jahat,seperti calon arang legenda lama yang nyebelin,pura-pura tidak butuh orang lain.Menyebarkan kekuatan jahatnya ke seluruh pelosok desa yang kebanyakkan penghuninya anak-anak.Orang tua mereka telah musnah sebagai angkatan yang menyerah kalah karena tidak becus ngawinin anaknya dengan orang kaya.Anak-anak itu kemudian gigih mencari uang untuk membiayai koloninya.Anak-anak yang tumbuh dari hari ke hari menjadi kejam.Menyandera gadis-gadis yang datang untuk melihat keindahan tempat tersebut.Mereka mempekerjakan gadis-gadis yang lebih mirip ibu mereka di ladang-ladang di lereng pegunungan.Si Elang Hitam yang jahat dengan ilmu sihirnya banyak menculik anak-anak yang sok kaya orang udah tua aja lagunya.Elang Hitam adalah perempuan jahanam yang haus darah anak-anak karena gurih rasanya dibandingkan kakek-kakek yang sudah tua,yang persenjataan rudalnya sudah ketinggalan jaman.Tiga orang anak perempuan sedang memperhatikan gerak-gerik Elang Hitam,mereka hanya mampu pada ilmu sihir berubah wujud menjadi anak ayam.Tentu saja ilmu mereka kalah dan berhasil disambar oleh Elang Hitam dan membawa mereka ke suatu tempat yang jauh di belantara lain penguasa untuk dipersembahkan kepada kelompok onar yang suka pas.Kelompok itu baru saja mukulin perempuan sampai bengong di lapangan.
Sudah dulu,tunggu lain waktu.....
Sudah dulu,tunggu lain waktu.....
Sunday, June 24, 2007
Putri Bunga Teratai
Putri kerajaan yang tersingkir dari kemewahannya dan menepi di pinggiran hutan.Lalu tumbuh sebagai bunga Teratai di kolam berlumpur.Putri bunga teratai,Ratmi,sangat perasa membuang hidupnya dengan menyepi bersama perempuan tua.Setiap hari Ratmi berlatih ilmu silat,Golok Setan.Golok yang dibelinya dari tukang golok yang kehabisan duit,dibeli juga karena harganya murah.Ratmi mempelajari ilmu silat kuno dari ayat-ayat setan dengan jurus ngebawelin masyarakat.Di gubuk tua yang hampir reyot Ratmi tinggal bersama perempuan tua yang sering membuatkannya ramuan bunga teratai yang digodok dengan dengan air hingga mendidih,kemudian airnya diminum.Ratmi makin nampak cantik tapi kelihatannya sering bengong seperti teratai yang mekar.Suatu saat Ratmi merasa sudah cukup ilmunya untuk mencari pengalaman di tengah dunia yang buas sekalipun.Dengan berbekal golok setan Ratmi pergi ke suatu desa yang tengah dilanda kerusuhan oleh intimidasi gerombolan Germo Hitam.Pimpinan Germo Hitam sangat menyukai gadis-gadis muda sebagai obat awet sehari.Penduduk sering didatangi rumahnya dengan bersenjata golok.Banyak penduduk yang tewas oleh sabetan golok terkutuk.Banyak gadis-gadis ABG diboyong dengan suara cekikan mirip orang gila yang baru keluar dari rumah sakit jiwa.Gadis-gadis itu dikumpulkan di suatu ruangan yang cukup besar bersama Ratna ,yang kakeknya tewas oleh Usep bewok.Mereka diikat satu bersatu sebelum dijual kepada Den Lapoz,Kampin seluruh negeri.Den Lapoz selalu membayar mahal gadis-gadis tersebut denang harga mahal.Tak banyak orang tahu tentang apa yang dilakukan oleh Den lapoz,yaitu membunuh satu persatu ABG bau terasi.
Tunggu lagi lanjutannya...
Penulis:
Karta Laksana
Jl.Sunan Kalijaga 36
Rangkasbitung
Banten
Indonesia
Tunggu lagi lanjutannya...
Penulis:
Karta Laksana
Jl.Sunan Kalijaga 36
Rangkasbitung
Banten
Indonesia
Friday, June 22, 2007
Dendam di belantara yang sunyi
Di puncak gunung yang tinggi tinggal kakek tua dengan cucunya.Kakek tua yang ahli dalam ilmu golok mengajarkan ilmu golok tersebut pada cucunya.Cucunya seorang perempuan yang cukup cantik,berambut panjang.Setiap hari mereka berlatih di dalam hutan yang sepi.Pada suatu hari datanglah segerombolan lelaki yang tak dikenal ke tempat mereka berlatih.Mereka membentak kakek tua tersebut dengan perkataan kasar.Bunyinya begini :" hai kakek bodoh sedang ngapain lu !.Kerjaan lu cuma makan minum saja.Beri dong cucunya.." Kakek tua kemudian tersinggung dan balas menjawab "hai kamu pemuda bego tampangaja lu keren tapi otak lu kaya udang aja,mana seenaknya lu ngecap !" Pemuda tersebut lalu mengeluarkan goloknya,dan sambil meludah."Rasain nih jurus elang nyambar anak ayam" Mereka lalu terlibat pertempuran yang seru jurus demi jurus telah mereka perlihatkan hingga akhirnya kakek tua jatuh tersungkur tak bernyawa lagi.Cucu kakek tersebut menjerit histeris melihat kakek kesayangannya rubuh tak bernyawa.Gerombolan pemuda tersebut lalu menculik dengan membopong cucu sang kakek dan berlalu dari hutan yang sepi.Malam jatuh menimpa dengan bulan yang rebah di pelataran desa.Kendati Ratih(nama cucu kakek bloon) meronta tetapi tenaganya yang kecil tidak dapat mengalahkan lelaki kekar yang membopongnya.Mereka masuk ke dalam ruangan yang cukup besar di pinggiran desa.Dengan diterangi lampu sempor,mereka lalu mengikat Ratih.Mereka adalah gerombolan yang suka merampok di berbagai pedesaan.Pemimpin gerombolan tersebut adalah Usep yang tampangnya agak bewok.
Tunggu cerita lanjutannya..........
Penulis:
Karta Laksana
Jl.Sunan Kalijaga 36
Rangkasbitung
Banten
Indonesia
Tunggu cerita lanjutannya..........
Penulis:
Karta Laksana
Jl.Sunan Kalijaga 36
Rangkasbitung
Banten
Indonesia
Saturday, June 16, 2007
Mengambang dalam keraguan
Hari Minggu hari libur yang diperuntukkan bagi para pekerja.Apa yang dapat kita lakukan di hari yang khusus berwarna merah.Kepalalu telah habis dari hal-hal yang besar,yang terpikir bagiku adalah mengerjakan hal-hal yang sederhana.Bepergian bagiku telah habis jalan,diam ternyata yang ada hanya dunia tuamu.Percuma aku berkata-kata jika semua itu tak kunikmati hasilnya.Yang ada hanya cacing-cacing yang memakan isi otakku.Karena gaya penampilanku nampak agak tua dan tak begitu tegap,dan perlu perbaikan sejumlah salon.Misteri apalagi yang menarik untuk dipikirkan ? Jika semua yang kau tahu tak lagi dapat menyelamatkan kehidupan.Kemanjaanmu yang analog telah terpatah-patah oleh benda-benda digital.Jam-jammu terkuras untuk menekuni kemajuan yang terkandung dalam benda-benda berteknologi digital.Mengapa engkau lebih menyukai dunia malam tempat keinginanmu berkeliaran ? Malam yang tak begitu lagi kusukai untuk melihat-lihatmu.Berdiri di dalam bayangan gelap suatu tempat oleh karena cahaya yang lemah dari lampu-lampu jalanan.Seberapa banyak racun kau makan sehingga tercipta negeri liliput ? Hingga akhirnya aku kehabisan uang untuk engkau berpesta pora dan menikmati hidup ini.Karena hidup lebih banyak membutuhkan keberanian daripada ketakutan.Selatan yang menjadi sunyi dan Utara yang menjadi gersang.Dan banyak hal yang tak terwujud cepat.Terlalu lama untuk dinanti dan terlalu tua pada akhirnya.Terlalu cepat berlalu dan terlalu banyak saran pada akhirnya.Tak enak mungkin bagi otakmu untuk menghayati keindahan disaat perjuang hidup yang kita tempuh telah kalah.
Penulis :
Karta Laksana
Jl.Sunan Kalijaga 36
(Gang Loro)
No.Telp. 0252-201153
Rangkasbitung
Banten
Indonesia
Penulis :
Karta Laksana
Jl.Sunan Kalijaga 36
(Gang Loro)
No.Telp. 0252-201153
Rangkasbitung
Banten
Indonesia
Thursday, June 14, 2007
Belukar yang hilang
Aku bosan membahas tentang kamu yang tak jauh hanya mengeksplorasi lekuk-lekuk tubuhmu yang sudah biasa dipandang mata.Hari ini pikiranku agak terang,seperti vampire yang takut dengan sinar terang dan lebih suka kegelapan,aku tak punya bahan lain.Pada akhirnya kita akan mati oleh kebosanan.Kapan serdadu hendak angkat senjata ? Membangkitkan gairah kehidupan,seperti bom Atom meledak dan mengguncangkan nyali orang-orang yang lesu.Hari ini aku tak punya hutang,sehingga aku tak perlu memikirkan uang untukmu yang hanya hidup seperti tikus-tikus liar menanti makanan yang tersimpan.Aku memang tak banyak terlibat dalam pesta-poramu,hanya aku kurang pandai bergaul dan kau anggap hanyalah peminta masa lalu yang tak punya permaisuri.Berapa umur matahari untuk anak cucu kita ? Tak lama hanya angka-angka yang membosankan jika engkau ingin pelajari.Bukankah engkau telah bosan bertelanjang memamerkan pesonamu ?.Apa yang kita hadapi hanya masa depan yang tak begitu jelas.
Penulis :
Karta Laksana
Jl.Sunan Kalijaga 36
(Sebelah gang)
Rangkasbitung
Banten
Indonesia
Penulis :
Karta Laksana
Jl.Sunan Kalijaga 36
(Sebelah gang)
Rangkasbitung
Banten
Indonesia
Tuesday, June 12, 2007
Telat ! Kita telah berpisah jauh
Hutan yang nampak rimbun seperti bulu yang menghias lubang yang diburu hampir semua lelaki.Apakah aku telah melintas mundur dalam lintasan waktu yang telah kutempuh.Aku selalu ragu memandangmu turun di suatu jalan yang sunyi jauh dari pusat kota.Disana hutan tanpa jalan setapak begitu tipis untuk membahagiakanmu.Setiap hari jiwa berteriak,memekikkan kejengkelan dan kekecewaan yang membuat jalan darah di kepala seperti penuh dengan cacing yang meronta-ronta.Beberapa tahun waktu yang kuharapkan telah lewat untuk duduk disinggasana kebesaran.Gadis-gadis yang kudambapun telah gugur satu persatu.Dan akupun mengutuk Tuhan yang telah menempatkan hanya lebih tinggi dari binatang purba.Semua impianku tak banyak yang terwujud,bukti keajaiban telah mati.Terkutuklah engkau semua kota besar,biarlah langit menghancurkanmu.Biarlah semua hutan membencikan untuk berubah warna menjadi merah,darah yang merah yang tertumpah sebagai darah perjanjian yang sia-sia.Bulan telah menggerhanai matahari,sisa bicara yang terdengar angin dari buritan kapal.Rohku telah keluar dari gedung gereja yang damai.Membawa roh Iblis untuk mengadu kutuk.Aku tak pernah mengetuk pintu rumahmu untuk segelas anggur yang kulihat Dewi Kwan Im menumpahkannya ditengah laut yang samar.Mesjidmu telah gagal berdiri di tengah laut yang sunyi yang membesarkan hari-hariku hanya dipangkuan beberapa pelacur yang kesanku membuat rasa iri berkecamuk seperti api telah tersulut di dalam darah yang penuh bensin yang membenci mesin-mesin motor yang telah tua.Tuhanku telah mati bagi cinta seorang pezinah yang membunuh cinta yang hanya bertaruh pada angka 1000.Kemudian mesin-mesin bergentayangan memenuhi jalan dengan kebisuan yang tak tersentuh.
Penulis :
Karta Laksana
Jl.Sunan Kalijaga 36
Dekat Gereja Bethel Indonesia
Rangkasbitung
Banten, Indonesia
Penulis :
Karta Laksana
Jl.Sunan Kalijaga 36
Dekat Gereja Bethel Indonesia
Rangkasbitung
Banten, Indonesia
Saturday, June 9, 2007
Hai pohon-pohon tua yang merintih dikesunyian
Mutiara yang kembali,di tempat yang telah menyepi karena usang.Aku berlalu setelah dia menginjakkan tempat yang semestinya bagi kau yang merasa kaya.Setelah kemiskinan kutebarkan sebagai rasa benci ku ketika aku gagal sebagai raja.Pantai yang dulu sering aku kunjungi melantunkan lagu sepi yang mengendurkan otot-ototku yang tegang.Di hari ombak tak begitu galak menghantam gadis-gadis yang berenang di tepi pantai.Gadis-gadis yang manis di pagi itu dan asin di malam hari.Memukulkan birahi jantungku.Seorang menyudahi pertunjukkan geliat ombak.Aku mengikutinya seperti elang tua ingin menyambar anak ayam yang sudah bego.Tetapi ia bukanlah anak ayam yang kemarin,aku tertinggal karena ia menghilang begitu cepat.Aku kalah karena kelambananku.Aku tinggalkan dia yang seketika menebarkan hura-hara kecil dalam benakku.Aku merasa air laut menebarkan ketuaan dan semua yang nampak binal tiba-tiba menjadi layu.Aku berpikir untuk membunuhmu dengan senjata laras panjang dari ketinggian gedung.Supaya engkau rebah mengenang ikan-ikan yang telah pergi menjauh.Berjalan di pasir pantai yang terasa kenyal seperti kulitmu dulu.Memasuki hutan yang hujat oleh karena kelelahan yang amat sangat.Berapa langkahku yang telah malaikat hitung sebelum aku tersesat di belantara yang sepi.Pohon-pohon besar yang merasa terkutuk,tanah sehalus kulit gadis remaja.Suasana yang begitu sepi dan begitu menyentuh sanubariku,aku mereguk tetes embun terakhir yang telah kalah oleh panasnya Surya membakar Bumi.Aku berbalik karena engkau tak mau menyertaiku disiksa rasa haus dan tulang-tulang yang kan bergetar menahan tubuh yang telah lelah.Masih ada waktu bagimu hutan untuk engkau bercanda,sebelum laknat datang menjadi takdir yang sunyi bagi gurun pasir.
Penulis :
Karta Laksana
Jl.Sunan Kalijaga 36
Rangkasbitung
Indonesia
Penulis :
Karta Laksana
Jl.Sunan Kalijaga 36
Rangkasbitung
Indonesia
Thursday, June 7, 2007
Tupai lupa pada kelapa muda
Aku sering menyesali waktu yang terbuang dalam lintasan yang kemudian terasa membosankan.Aku kini hanya menanti hari tua bila engkau menyelematkan.Terkutuk sudah jalan yang ditempuh oleh karena haus di padang tandus.Gurun pasir adalah lamunan sepi pada ujung kegagalan yang sering datang menuakan langkahku.Aku memang sering mengutukmu dengan hentakan yang tiba-tiba memejalkan kepalaku oleh karena birahi yang tertahan di kepala adalah kodrat dan takdir sebagai lelaki.Angin membuat kita bosan dengan rengekkan yang kedengarannya itu-itu saja.Lepaskan belenggu pada jiwaku yang kucuriga engkau sengaja menahannya.Terkutuk kamu kaum perempuan di sela-sela semak engkau bicara seperti ular yang mengintai dan memanggut kemudian mengalirkan racun kenikmatan.Kemudian aku mati beberapa saat lamanya,gundah oleh karena ketidak sabaran.Aku telah mengutuk dunia yang telah memenjarakan aku dalam bait suci ajaran agama.Sedang engkau berpesta pora dengan rasa laparmu akan pertualangan.Serta geliat yang telah menghancurkan Sodom dan Gomorah.Tuhan telah kuusir dari jalan-jalan kota agar engkau menderita tak lagi ditemani.Tapi kamu memang lucu dengan wajah yang hijau engkau kemudian tersenyum lagi menarik simpatiku.padahal aku coba benamkan semua itu dalam perang ketidak mengertian.
Penulis :
Karta Laksana
Jl.Sunan Kalijaga 36
Rangkasbitung
Indonesia
Penulis :
Karta Laksana
Jl.Sunan Kalijaga 36
Rangkasbitung
Indonesia
Subscribe to:
Posts (Atom)