Friday, May 4, 2007

Mencari kasih dari langit

Kesibukan di kota kecil sekalipun seperti Rangkasbitung tak bisa dielakkan lagi oleh ku.Seperti lumpur yang terbawa arus sungai,kesibukan mudah membuat jenuh dan membuat cepat lelah.Banyak tujuan wisata di sekitar Kab.Lebak.Maka menurutku sebaiknya didirikan Pusat Informasi Tempat-tempat Wisata di Kab.Lebak.Kurangnya pelayanan mengenai informasi yang dibutuhkan sering membuat masyarakat kota tak menyadari banyaknya tempat yang dapat dijadikan tempat rekreasi ringan.Kali ini aku pergi menepi ke tempat yang lebih sepi,lebih sunyi dan lebih tenang.Matahari pagi itu bersinar agak redup tertutup awan tipis.Aku terbiasa menggunakan angkot biru untuk mencapai tempat yang aku inginkan di luar kota.Angkot Sunan Kalijaga-Cipanas datang kemudian aku duduk di depan,di samping supir.Angkot yang kutumpangi hanya sampai di sekitar Puslatpur Ciuyah,Lebak.Aku menunggu angkot biru berikutnya yang menuju Gajruk.Akhirnya aku tiba di tempat yang kutuju.Aku turun dari angkot beberapa meter dari petanda KM 32 ,agak jauh dari pusat kota Gajruk.Tempat aku turun tak jauh dari penggergajian kayu.Tempat itu aku dekati karena aku tertarik untuk melihat jurang di belakang penggergajian tersebut.Jurang yang cukup indah dan sunyi menanti kematian bila engkau tersandung dan jatuh di jalan curam masa depanmu.Aku bergerak ke lain tempat dan berdiri memandangi pegunungan yang berselimut kabut pagi itu.Tempat berada di pinggiran jalan.Nampak gradasi warna putih agak transparan yang indah membentang menutupi pegunungan di hadapanku.Aku kemudian berjalan kaki menuju tempat yang berpagar agak rebah dan terbuka.Dari pintu pagar itu nampak jalan tanah kemerahan menuju ke bawah yang basah oleh hujan.Aku berjalan menginjak rumput-rumput basah.Aku berdiri dekat sebatang pohon yang cukup besar.Di dekatku tergeletak pedati tanpa hewan penghela yang menggunakan ban mobil tidak lagi kayu.Aku melihat-lihat sekelilingku.Aku tertarik pada sawung beratap genteng yang berdiri tak jauh dari tempat aku berdiri.Aku hampiri sawung tersebut ,ternyata itu adalah sawung tempat beristirahat.Aku tak lama berdiam di tempat itu dan kembali ke tempat dekat pintu pagar tadi.Hm ada dahan pohon yang menjulur, sehingga aku dapat duduk di atasnya. Aku duduk memandangi pemandangan yang terhampar di depanku lagi.Datang seorang lelaki yang nampak sudah tua berkaos kerah warna biru ,tengah menggiring 2 ekor lembu piaraannya untuk santap.Aku menyapanya maksudku agar ia memaklumi kedatanganku.Aku bermaksud beranjak keluar dari tanah yang mungkin miliknya dan kemudian kami malah terlibat pembicaraan ringan sebelum aku berada di luar pintu pagar.Di pinggangnya tergantung sebilah golok bersarung .Aku tak begitu khawatir dengan golok itu.Tibalah saatnya aku harus berpisah.Aku melangkah keluar dan menghampiri petanda KM dan duduk di atasnya menunggu angkot yang akan membawaku pulang.

No comments: