Sunday, May 20, 2007
Jalan-jalan becek yang suram
Saya lahir dan dibesarkan dalam keluarga keturunan Cina(etnis Cina).Saya sering pergi ke Jakarta dengan menggunakan kereta api.Meski lambat saya sudah biasa bersabar diri.Kalaupun sekarang kesabaran saya sudah menipis tapi hal itu hanya perlu penanganan yang seksama.Saya hanya bermaksud mencari pengalaman untuk menulis.Melewati hari-hari yang terasa mulai membosankan.Aku tak banyak kawan di kota kelahiranku.Itu bukan berarti aku menutup pintu pergaulan dengan dunia luar.Aku hanya bermaksud membayangkan diriku cukup penting dalam kehidupan di dunia.Tapi semuanya kadang mengecewakanku,banyak onak melukai hingga aku terkulai lemah.Sebagaimana kebiasaanku menuliskan pengalamanku bila aku berkunjung ke suatu tempat.Inilah yang dapat kutuliskan tentang perjalananku ke suatu tempat yang cukup jauh.Letaknya kira-kira 8 km.Anda dapat membaca pada petanda KM 8 arah Leuwi Damar.Dari petanda tersebut dan tak jauh dari pembatas jembatan kecil,ada jalan yang mendaki menuju perkebunan karet.Hujan turun membasahi daerah tersebut,rumput-rumput belum lagi mengering dan suasana lembab membuat udara yang dihisap terasa berat.Aku melangkah dengan hati-hati melewati beberapa batu cadas.Tiba di suatu tempat yang agak lebih tinggi dari jalan raya.Batang-batang pohon karet yang masih kecil dan heningnya suasana tempat itu lebih tepat menyerupai hutan.Aku coba telusuri jalan setapak dengan rerumputan dan sekitarnya yang masih bala.Aku tadinya tak begitu memikirkan kemungkinan adanya ular-ular.Begitu aku dikuasai oleh bayangan ular-ular yang berbahaya aku lantas mengurungkan berjalan lebih jauh.Aku berbalik dan kembali lagi.Aku merasakan ketakutan kecil menghinggapiku.Tapi itu pun pengalaman yang mendebarkan.Semoga apa yang ku tuangkan dalam tulisan kali ini dapat menjadi pelajaran yang berguna bagi pembaca.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment