Tuesday, May 8, 2007

Irama sendu alun sepanjang jalan

Hari yang dibayangi oleh hantu-hantu yang mengancam dan mengepungku di dalam keadaan semakin tak berdaya. Hari kering terbakar matahari dan anginpun mati untuk cinta yang hilang di dalam kekacauan dan kecemburuan yang begitu menggerus karang terjal sekalipun. Pohon-pohon yang letih memberi keteduhan yang fana.Tanah yang hanya membentangkan jalan kemana engkau ingin.Kesepian dari sejak engkau di besarkan oleh keheningan pedesaan yang sepi.Menjelajah seolah engkau tak merasa letih,tak tengadah karena kepalamu terasa berat.Haus mencapai tengah,lapar mencapai tengah,semangat mengalir ke tengah samudera yang luas.Jalan-jalan kemudian menjadi asing dalam benakmu,membiarkan engkau mencapai nestapa dalam renjana yang begitu inersia.Impian satu demi satu berguguran di dahan yang indah dan banyak bunga yang tumbuh tak tampak kepiluannya.Buah-buah menjadi tua dan kemudian terbuang tanpa kau makan mengobati dahagamu yang sering datang mendadak mencari surga.Langit telah menghukummu,seperti Adam dan Hawa meninggalkan Eden.Malam sepi tak lagi kau jamah,sehingga rindu berubah menjadi dendam yang begitu halus untuk disadari ular.Bencana sudah di hadapanku,tak seperti yang kuduga jauh sebelumnya,ketika aku baru mengenalmu.Semua langkahmu juga yang menjadi pertaruhan petaka di tanah yang sering menggugatmu.Hari-hariku pun akan berlalu,seperti bulan akan berlalu dari malam,seperti burung liar yang kan terbang jauh meninggalkan aku dan kamu.

No comments: