Sebagai penduduk kota aku telah terbiasa kini dengan degup kesibukan kota.Aku memulai lagi jalan-jalan seputar kota Rangkasbitung.Aku memulai langkahku dari rumahku.Berjalan kaki sepanjang jalan Multatuli yang sibuk dengan berbagai kegiatannya.Jalan dengan 2 lajur yang membentang mulai dari pintu kereta api hingga Alun-alun kota.Kendaraan yang liwat pada jam-jam sibuk cukup menggelegar bunyi mesin motor-motor yang dipacu.Pagi itu cuaca mendung dan angin bertiup cukup kencang.Aku tiba di Alun-alun kota.Disana sedang ada kegiatan.Banyak orang berkumpul,kesanku lebih banyak kaum perempuan yang hadir.Nampak sederetan mainan anak-anak yang disewakan.Beberapa orang duduk-duduk.Aku lanjutkan perjalananku melewati jalan Abdi Negara.Aku menyeberang jalan dan menyeberang lagi.Kemudian aku mampir untuk makan.Usai makan aku lanjutkan dengan melewati BAPPEDA dan membelok ke kiri secara dramatis.Aku tiba di telaga yang dulunya bernama telaga 'Bidadari'.Aku menyeberang jalan tanpa banyak kesulitan.Alangkah indahnya pemandangan telaga yang airnya berwarna kehijauan.Beberapa terlihat orang memancing ikan dengan santai.Aku berjalan mengitari telaga dan banyak mendapati rumput liar tumbuh menggeram.Telaga yang letaknya di depan kantor Kelurahan Rangkasbitung Barat.Aku diam sejenak di tepi telaga dekat orang-orang memancing.Aku lihat jalan kecil menuju ke atas.Aku memutuskan untuk menempuh jalan kecil tersebut.Aku tiba di suatu tempat yang membuatku bingung sejenak.Apakah jalan tersebut buntu ? Aku mendapatkan keterangan dari seorang perempuan yang cukup tua umurnya.Akhirnya aku melewati pintu pagar setelah menaiki tangga berbatu.Aku melewati mesjid(tempat ibadah) dan tiba di suatu jalan entah apa namanya.Yang kulewati adalah Makam Pasir Tariti dan tak jauh dari tempat itu akau melihat pemandangan dengn latar belakang yang begitu indah dari tempat yang cukup tinggi dari jalan umum.Sampai jumpa lain kali.
Penulis dan pelaku jalan-jalan :
Karta Laksana
Jalan Sunan Kalijaga 36
Rangkasbitung
Tuesday, April 24, 2007
Monday, April 23, 2007
Jalan yang hampa dan sunyi
Sungai Ciujung mengalir membelah kota Rangkasbitung.Airnya berwarna agak kecoklatan.Sudah lama sungai Ciujung mewarnai kehidupan penduduk kota.Sungai menjadi sarana transportasi air untuk membawa bambu-bambu yang telah siap dijual.Bila kita berdiri di salah satu sisi jembatan yang terbentang di atas kali Ciujung maka kita akan melihat pemandangan yang mempesona dengan latar belakang yang cukup indah.Masih banyak penduduk yang tinggal di sekitar pinggiran sungai memanfaatkan kali untuk mandi dan mencuci.Di atas rakit bambu mereka mencuci dan mandi sehari-hari.Mereka telah terbiasa dengan kehidupan pinggiran sungai yang kadang berbahaya di saat banjir datang.Aku kali ini melakukan jalan-jalan dengan berjalan kaki melihat-lihat kehidupan pinggiran sungai.Aku melintasi jembatan yang setia melayani siapa saja untuk menyeberang,tak terkecuali gembel sekalipun.Lalu lintas pagi itu ramai membahanakan suara mesin motor yang terasa agak membosankan.Aku menuruni jalan menuju pemukiman di sekitar bawah jembatan.Melalui jalan berlika-liku aku tiba di tepi sungai untuk melihat keindahan pemandangan yang menakjubkan.Aku melihat tulisan 'HM' pada patok yang terbuat dari semen.Aku kemudian melanjutkan lewat deretan kayu-kayu yang siap untuk digunakan.Sambil melepas kebosanan aku lintasi perkampungan penduduk dan akhirnya aku tiba di simpang kecil dekat daerah pekuburan,depan La Tansa Mashiroh dan menggunakan angkot merah strip kuning untuk kembali pulang.
Penulis dan pelaku peristiwa :
Karta Laksana
Jalan sunak Kalijaga 36
Rangkasbitung
Penulis dan pelaku peristiwa :
Karta Laksana
Jalan sunak Kalijaga 36
Rangkasbitung
Sunday, April 22, 2007
Perjalanan mencari makna
Kesibukan kota Rangkasbitung dari tahun ke tahun semakin meningkat sejalan dengan perkembangan ekonomi dan pembangunan yang tengah gencar dilakukan.Tak terlepas dari suasana kota aku sebagai penduduk kota dihadapi dengan berbagai persoalan.Aku sudah sering berjalan-jalan di seputar kota.Banyak hal-hal yang menarik tapi semua itu tak lepas dengan kebosanan bila kita tidak cepat menyegarkannya.Untuk itu kita harus menarik diri keluar dari permasalahan yang ruwet di dalam kota dengan bepergian keluar kota.
Aku merasakan kejenuhan.Aku butuh sesuatu yang baru untuk menyegarkan pikiranku.Aku berniat untuk berjalan kaki cukup jauh.Aku turun dari mobil angkot di persimpangan SMP Mardi Yuana dan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan angkot jurusan Cirende berwarna biru.Mobil melaju menuju arah Cimarga.Di tengah jalan aku diturunkan oleh supir karena tujuanku ke suatu danau kecil yang cukup jauh.Aku disarankan untuk melanjutkannya dengan menggunakan angkot jurusan Sudamanik.Tak lama datang mobil jurusan yang dimaksud aku naik mobil tersebut.Aku turun di danau kecil yang kumaksud.Aku melihat-lihat sejenak danau kecil tersebut.Pemandangannya cukup indah dan mempesona.Airnya berwarna kecoklatan.Pinggirannya sudah dibangun tembok pembatas.Aku membayangkan sebuah perahu yang dapat kupakai untuk bersenang-senang dan menyeberang ke seberang dengan cafe kecil yang menungguku.Tapi semua itu hanyalah lamunan belaka.Aku mulai berjalan kaki menuju arah kota Rangkasbitung.Mulanya aku tak banyak mengalami kesulitan yang berarti.Setelah beberapa kilo meter aku mulai mengalami rasa perih di kaki,terutama kaki bagian kiri.Aku tetap melangkah dengan penuh semangat.Aku meliwati Balai Benih Ikan,Kalang Anyar sekitar jam 8:35 pagi.Kemudian aku duduk di pinggir jalan dekat pemakaman umum untuk beristirahat.Kakiku terasa perih dan semakin perih.Matahari bersinar terang.Aku berjalan ke arah sungai untuk melihat-lihat sungai.Aku melihat banyak orang menambang pasir di sungai.Aku kemudian melanjutkan dan tak begitu lama aku mampir di warung kecil untuk sekedar minum Fruit Tea satu botol.Perjalananku masih cukup jauh tapi kupaksakan juga untuk mencapainya.Aku memang banyak istirahat dengan duduk di pinggir jalan hal itu semata karena rasa sakit yang kurasakan di bagian kakiku.Aku minum sebotol Coca-Cola untuk menyegarkan tubuhku dan melanjutkan perjalanan yang tinggal beberapa kilo meter lagi untuk mencapai alun-alun kota Rangkasbitung.Akhirnya aku tiba di alun-alun kota dan berhasil.
Penulis dan pelaku kejadian :
Karta Laksana
Jalan Sunan Kalijaga 36
Rangkasbitung
Aku merasakan kejenuhan.Aku butuh sesuatu yang baru untuk menyegarkan pikiranku.Aku berniat untuk berjalan kaki cukup jauh.Aku turun dari mobil angkot di persimpangan SMP Mardi Yuana dan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan angkot jurusan Cirende berwarna biru.Mobil melaju menuju arah Cimarga.Di tengah jalan aku diturunkan oleh supir karena tujuanku ke suatu danau kecil yang cukup jauh.Aku disarankan untuk melanjutkannya dengan menggunakan angkot jurusan Sudamanik.Tak lama datang mobil jurusan yang dimaksud aku naik mobil tersebut.Aku turun di danau kecil yang kumaksud.Aku melihat-lihat sejenak danau kecil tersebut.Pemandangannya cukup indah dan mempesona.Airnya berwarna kecoklatan.Pinggirannya sudah dibangun tembok pembatas.Aku membayangkan sebuah perahu yang dapat kupakai untuk bersenang-senang dan menyeberang ke seberang dengan cafe kecil yang menungguku.Tapi semua itu hanyalah lamunan belaka.Aku mulai berjalan kaki menuju arah kota Rangkasbitung.Mulanya aku tak banyak mengalami kesulitan yang berarti.Setelah beberapa kilo meter aku mulai mengalami rasa perih di kaki,terutama kaki bagian kiri.Aku tetap melangkah dengan penuh semangat.Aku meliwati Balai Benih Ikan,Kalang Anyar sekitar jam 8:35 pagi.Kemudian aku duduk di pinggir jalan dekat pemakaman umum untuk beristirahat.Kakiku terasa perih dan semakin perih.Matahari bersinar terang.Aku berjalan ke arah sungai untuk melihat-lihat sungai.Aku melihat banyak orang menambang pasir di sungai.Aku kemudian melanjutkan dan tak begitu lama aku mampir di warung kecil untuk sekedar minum Fruit Tea satu botol.Perjalananku masih cukup jauh tapi kupaksakan juga untuk mencapainya.Aku memang banyak istirahat dengan duduk di pinggir jalan hal itu semata karena rasa sakit yang kurasakan di bagian kakiku.Aku minum sebotol Coca-Cola untuk menyegarkan tubuhku dan melanjutkan perjalanan yang tinggal beberapa kilo meter lagi untuk mencapai alun-alun kota Rangkasbitung.Akhirnya aku tiba di alun-alun kota dan berhasil.
Penulis dan pelaku kejadian :
Karta Laksana
Jalan Sunan Kalijaga 36
Rangkasbitung
Monday, April 16, 2007
Peningkatan Mutu Rangkasbitung
Sekarang ini Rangkasbitung tengah membangun pasar yang baru.Aku sudah lama tinggal di Rangkasbitung tapi tak begitu mengenal seluk beluknya.Aku jarang bergaul sehingga aku hampir tak punya teman ngobrol.Lebih dari sepuluh tahun yang lalu aku sering mengunjungi Jakarta dengan menggunakan kereta,yang stasiunnya tak begitu jauh dari tempat tinggalku.Waktu harga karcisnya selain murah juga jadwalnya terasa padat sehingga memudahkan aku bepergian.Banyak titik kemacematan yang terdapat di dalam kota,terutama ruas jalan Sunan Kalijaga dan Tirtayasa.Rangkasbitung selain strategis tempatnya juga mempunyai pemandangan yang cukup indah untuk anda eksplorasi.Saya pernah berkunjung ke Muara Binuangeun di selatan.Sekarang ini banyak warnet menjamur di kota Rangkasbitung.Pengguna dapat dengan mudah mengakses dengan hanya membayar sekitar Rp.5000. Penertiban masih sangat diperlukan dari pihak kepolisian.Banyak masyarakat belum terbiasa dengan disiplin di jalan atau di tempat-tempat umum.Saya memang lulusan SMAN 1 Rangkasbitung yang sekarang SMUN 1.Saya masih sering menjumpai teman-teman lama dan ada juga yang sudah menjadi guru.Saya lebih sering menghabiskan waktu di rumah.Banyak juga yang dapat anda lakukan di Rabienza atau pusat perbelanjaan Rangkasbitung yang terletak tak begitu jauh dari kantor polisi.Alun-alun juga pembenahan agar lebih banyak hala-hal yang atraktif,murah dan meriah.Masih banyak yang ketinggalan bagi pembangunan di Rangkasbitung.Hal itu memang dibutuhkan investasi yang tidak sedikit.Selain menuntut jaminan hukum bagi investor,juga masyarakat harus berpikiran maju.
Friday, April 13, 2007
Hai ! Aku ingat dulu
Jalan yang berada dekat sekolah SMP Mardi Yuana cukup lebar dan ramai oleh kendaraan yang melintas.Aku duduk untuk menikmati ketoprak(nama makanan) di pinggiran jalan tersebut.Letak dagangan ketoprak itu menempel dengan pagar sekolahan.Aku menunggu tak begitu lama untuk sepiring ketoprak.Aku menunggu sambil melihat-lihat sekitar halaman sekolah SMP Mardi Yuana.Aku dulu pernah belajar di sekolah tersebut.Aku ingat pastur dari Belanda yang mengajar mata pelajaran Budi Pekerti.Lapangan volley yang dulu pernah aku bermain dengan teman-temanku kini diam membisu bagiku.Banyak yang masih kuingat kenangan semasa aku bersekolah.Kini sekolah itu sudah berganti generasi.Penataan halamannya sudah lebih rapih.Siswi-siswi yang cukup cantik melintas mengingatkan pada teman-teman sekolah perempuanku dulu.Aku kemudian beranjak setelah selesai menyantap sepiring ketoprak.
- Karta Laksana -
- Karta Laksana -
Thursday, April 12, 2007
Kenangan masa kecil
Saya lahir di kota Rangkasbitung tahun 1964.Saya dibesarkan oleh orang tua saya di kota kelahiran saya.Saya di sekolahkan mulai dari Taman Kanak-Kanak Mardi Utomo kemudian SD di tempat yang sama.Setelah lulus dari SD saya meneruskan ke SMP Mardi Yuana.Lulus dari SMP saya melanjutkan ke jenjang SMA.Setelah itu saya meneruskan pendidikan ke Bandung.
SD tempat saya bersekolah dekat dengan sungai Ciujung.Saya sering bermain di sungai dengan kawan-kawan.Permainan kasti amat digemari,saya sering melakukannya bila jadwal pelajaran olah raga.Lain halnya dengan perjalanan hidup saya di Bandung,di Rangkasbitung saya lebih banyak di rumah.Teman bermain saya hanya tetangga dekat rumah.
- Karta Laksana -
SD tempat saya bersekolah dekat dengan sungai Ciujung.Saya sering bermain di sungai dengan kawan-kawan.Permainan kasti amat digemari,saya sering melakukannya bila jadwal pelajaran olah raga.Lain halnya dengan perjalanan hidup saya di Bandung,di Rangkasbitung saya lebih banyak di rumah.Teman bermain saya hanya tetangga dekat rumah.
- Karta Laksana -
Subscribe to:
Posts (Atom)